Kesalahpahaman perubahan bentuk bulan, khususnya Indonesia…


Dahulu saya berpikir bahwa perubahan bentuk bulan yang rutin tiap satu siklus revolusi bulan terhadap bumi (29 1/4 hari atau satu bulan hijriyah) terjadi karena cahaya matahari yang ke bulan tertutup bumi. Atau dengan kata lain, ketika bulan purnama berarti seluruh sisi terang bulan sama sekali tak tertutup bayangan bumi dan ketika bulan mati berarti seluruh bayangan bumi menutupi sisi terang bulan.

Namun saya selalu bertanya, kalau memang perubahan bentuk bulan krn tertutup bumi, bagaimana menjelaskan ketika bentuk bulan yang seperti ini:

Image

thanks to my friend for the camera and the lenses that I borrowed to take this picture.

Apa yang aneh dari bentuk bulan diatas?

Bayangannya berbentuk sabit (ATAU men-cekung) bukan? Bagian bumi mana yang kira-kira bisa membentuk bayangan seperti itu? Yup bener… TIDAK ADA!!! Seluruh bagian bumi itu membulat cembung karena bumi itu bulat (you don’t say?).

Bandingkan dengan foto bulan yg ini :

Image

NAH… ini baru masuk akal, bumi bulat dan bayangannya berbentuk cembung
Apa yang membedakan antara foto satu dan dua?

  1. foto yg pertama adalah fase bulan biasa
  2. foto kedua adalah foto ketika terjadi gerhana bulan (lunar eclipse)

JADI. Apakah perubahan bentuk bulan selama satu siklusnya (bulan baru -> sabit -> purnama) karena bulan tertutup bumi? jawabannya… TIDAK!!! Bedakan antara FASE BULAN (Phase of the moon) dan GERHANA BULAN (lunar eclipse). Kalau perubahan selama satu siklus revolusi bulan disebut fase bulan. Sedangkan peristiwa tertutupnya sinar matahari ke bulan oleh bumi disebut gerhana bulan.

Banyak dari kita yang salah paham mengenai fase bulan, banyak orang yang saya temui menyangka bahwa fase bulan peristiwanya kalo dirunut-runut justru malah cenderung ke gerhana bulan. Kemudian saya bertanya ke teman-teman yang masih duduk di bangku SMA, mereka masih berpikiran serupa.

Nah, mari kita bahas secara singkat, apa sih bedanya fase bulan ama gerhana bulan?

1. FASE BULAN (PHASE OF THE MOON)

Image

bulan sama seperti bumi, ada siang ada malam, sehingga ada sisi terang dan juga sisi gelap. Dan perubahan proporsi penampakan antara sisi gelap dan sisi terang bulan inilah yang menyebabkan perubahan penampakan bulan dari bumi, penjelasannya seperti ini:

– ketika sisi terang tampak keseluruhan maka kita mengenalnya sebagai purnama.

– ketika sisi terang tampak lebih sedikit daripada sisi gelap maka kita mengenalnya sbg bulan sabit.

– ketika sisi gelap tampak keseluruhan maka kita mengenalnya sebagai bulan mati / bulan baru

Image

ini adalah grafik posisi relatif bulan terhadap bumi dan matahari,

Image

Bisa anda lihat disini, bahwa posisi bulan purnama justru ketika posisi relatif bulan ada di belakang bumi. dan posisi bulan mati adalah ketika posisi relatif bulan ada di antara bumi dan matahari.

INGAT!!! POSISI RELATIF – BUKAN POSISI SEJAJAR!

Ketika posisinya sejajar maka yg terjadi adalah GERHANA BULAN

2. GERHANA BULAN (LUNAR ECLIPSE)

NAH, kalo perubahan bentuk bulan karena tertutup bumi kita kenal dengan istilah gerhana bulan. Anda pasti sudah tahu peristiwa ini karena posisi MATAHARI-BUMI-BULAN yang sejajar sehingga cahaya matahari terhalangi oleh bumi.

Image

dan ini adalah perubahan bentuk bulan ketika gernaha bulan yg terjadi selama beberapa jam saja.

Image

JADI… ente semua udah pada ngerti sekarang. nah kalo ada yang salah-salah atau yang kurang-kurang bisa ditambahkanlah, biar kita sama-sama belajar. OK!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s