Konspirasi Lampu Bohlam -Planned obsolescence, THE BEGINNING-


Anda pasti pernah membeli peralatan elektronik macam printer, kamera, atau peralatan elektronik lainnya, dan ane yakin kalau anda pasti pernah mendengar rumor bahwa printer anda akan macet setelah mencetak 5000 lembar, atau kamera anda akan rusak sensornya setelah 150.000 kali jepretan (shutter count), atau PC anda akan rusak setelah berapa ribu kali anda menghidupkannya (itu kenapa ada beberapa pendapat bahwa komputer yg dipanjer terus lebih awet dibanding ama yang sering dinyala-matikan), atau baterai lithium-ion anda akan soak setelah berapa kali di-charge. Dan ketika anda mencoba untuk membawanya ke service center maka yang anda dapatkan adalah kenyataan bahwa part yang rusak harganya hampir sama jika kita membeli yang baru… Well, selamat datang di dunia PLANNED OBSOLESCENCE!!!.

Image

Pemandangan macem ini banyak di negara di Benua Afrika, salah satunya Congo

KAPAN HAL INI BERMULA?

Semua barang-barang produksi di masa lampau tersohor akan keawetannya, namun semua itu berubah setelah negara api menyerang (bercanda). Planned obsolescence yang pertama kali tercatat dalam sejarah adalah usaha sekelompok perusahaan lampu bohlam eropa dan Amerika yang dikenal sebagai Kartel Phoebus. Skandal phoebus adalah salah satu contoh terbaik planned obsolescence. Kala itu kartel ini sepakat untuk mengurangi umur lampu bohlam dan mengatur harganya demi meningkatkan keuntungan dari penjualan yang berulang-ulang dan tentu saja tujuan akhirnya adalah MONOPOLI. Konspirasi ini terjadi sekitar tahun 1924 hingga 1939 dan berakibat turunnya standar umur lampu dari yang sebelumnya bisa bertahun-tahun (atau paling rendah pake standar edisson untuk bola lampu generasi pertama yang berumur 1500 jam) hanya menjadi 1000 jam saja. Konspirasi ini lebih dikenal dengan istilah light bulb conspiration.

Image

Memang sebelumnya lampu bohlam itu tahan berapa lama sih? OK, mari kita liat contoh ekstrimnya. Pernahkah anda mendengar bola lampu yg dijuluki “centennial light”? Lampu ini adalah pemegang rekor dunia Guinness book. Dan di tahun 2011 kemarin lampu ini merayakan ulang tahun yang ke 110 tahun, YUP BENAR!!! 110 TAHUN!!! Alias dipasang pertama kali pada tahun 1901 (pas itu Bung Karno umurnya blon ada setahun umurnya dan masih bernama Kusno).

Image

sebelum foto Bung Karno cilik ini diambil, centennial light udah nyala selama bertahun-tahun

Lampu ini didesain oleh  Adolphe Chailet, yang kala itu jadi saingannya Mr. Thomas A. Edisson untuk membuat bola lampu terbaik. Lampu ini dipasang di sebuah kantor pemadam kebakaran di 4550 East Avenue, Livermore, California, Amerika Serikat. Lampu ini tak pernah dimatikan sampai sekarang kecuali jika kantor pemadam kebakaran direnovasi atau ada pemadaman listrik (YOU DON’T SAY?)

Image

YUP benar, lampu ini dipasang di tahun yang sama dengan kelahiran Bung Karno

Image

YEAH, surely do…

Mari kita kembali ke Kartel Phoebus. Pada tanggal 23 Desember 1924, sekelompok perusahaan antara lain General Electric, Phillips, Osram and banyak perusahaan lampu besar lainnya berencana untuk mengurangi umur lampu yang bertujuan tuk meningkatkan penjualan dari penjualan repetitif. Grup ini membentuk sebuah perusahaan di Swiss yang dinamakan PHOEBUS —“Phoebus S.A. Compagnie Industrielle pour le Développement de l’Éclairage” —atau dalam bahasa sehari-harinya kartel phoebus.

Grup ini memasuki sebuah perjanjian yang bertujuan meningkatkan profit anggotanya melalui pengeluaran konsumen. Untuk mengatur kompetisi, kartel membagi pasar berdasarkan wilayah, tiap anggotanya memliki hak eksklusif untuk beroperasi di negaranya sendiri. Bersama-sama, mereka memastikan memotong biaya produksi bola lampu (yang otomatis mengurangi kualitas lampu), menurunkan uang untuk marketing, dll. Tapi tentu saja tujuan utamanya adalah keuntungan yang lebih tinggi dan MONOPOLI yang diciptakan kartel tersebut di beberapa area.

Tapi Kartel Phoebus tak berhenti sampai disitu. Lampu tidak lagi dibuat untuk tahan lama dan menjadi macem barang habis pakai sehingga bisa lebih sering diganti. Mereka berusaha menurunkan standard bola lampu hingga umurnya tinggal 1000 jam.

Kartel Phoebus sukses melakukan operasinya selama 15 tahun. Tantangan terbesar dari kartel ini adalah grup kecil dari perusahaan lampu eropa utara yang menolak untuk berpartisipasi. Tahun 1939, ketika perang dunia dimulai, kartel ini dibubarkan.

Image

bubar bubar bubar… blietzkrieg… blietzkrieg

OK, sampai disini dulu, itu masih awalannya. Masih banyak cerita kita tentang Planned obsolescence. Tapi harap sabar yak, ane masih ngumpulin bahan dan literatur dulu…

2 thoughts on “Konspirasi Lampu Bohlam -Planned obsolescence, THE BEGINNING-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s