NARCISSUS DAN DANAU (ASAL-USUL ISTILAH NARSIS)


Alkisah, terdapatlah seorang pemuda yang setiap hari berlutut di samping danau 
tuk mengagumi ketampanannnya sendiri, dia benar-benar terpesona oleh dirinya sendiri, pada suatu pagi, dia terjatuh ke danau dan tenggelam.

Di tempat dimana dia terjatuh, bunga baru pun tumbuh, 
bunga itu kemudian disebut bunga narcissus.

Tapi ini bukanlah akhir dari kisah narcissus, setelah kematian narcissus, 
Dewi hutan muncul dan mendatangi danau itu, 
yang sebelumnya adalah danau air tawar tapi berubah menjadi air mata asin.
“kenapa kau menangis?” Sang Dewi bertanya.
“aku menangisi Narcissus,” Si Danau menjawab.
“Ah, tak ada yg aneh ketika kau menangisi Narcissus,” kata Sang Dewi, 
“kami slalu mengejar narcissus di hutan untuk melihat ketampanannya, 
tapi kau sendirian bisa melihat narcissus dengan ketampanannya dengan 
sangat dekat.” Kata sang dewi lagi.

“tapi… apakah Narcissus begitu tampan?” si danau bertanya.
“memangnya siapa lagi yang lebih tampan yang pernah kau lihat?” 
Sang Dewi bertanya-tanya, 
“lagipula, setiap hari dia berlutut di tepian mu untuk mengagumi dirinya sendiri!”

Si danau terdiam, akhirnya dia berkata:
“aku menangisi Narcissus, tapi aku tak pernah menyadari ketampanannya, 
aku menangis karena tiap kali dia berlutut di tepian ku, 
aku bisa melihat di kedalaman matanya, 
bagaimana kecantikan ku terpancarkan dari matanya” 

bunga narcissus

http://paulocoelhoblog.com/2010/06/23/narcissus-and-the-lake-2/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s